Admin | 03 December 2025

kajian rutin


Ribuan warga antusias menyambut peresmian Masjid Raya Nurul Iman yang megah diresmikan hari ini, Kamis (13/11). Masjid yang berdiri di atas lahan seluas 5.000 meter persegi di kawasan Pusat Kota Jakarta ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan pembinaan keumatan.
Peresmian dilakukan secara langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Dr. Ir. H. Ahmad Fauzi, M.Si., yang didampingi oleh Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nurul Iman, Bapak Rahmat Hidayat.
Desain Modern dengan Sentuhan Tradisional
Masjid Raya Nurul Iman menampilkan arsitektur modern minimalis dengan kubah utama berwarna biru safir, namun tetap memasukkan unsur ukiran tradisional khas Nusantara pada bagian mihrab dan menara setinggi 45 meter. Bangunan ini mampu menampung hingga 4.000 jemaah di dalam dan luar ruangan.
"Pembangunan masjid ini telah direncanakan sejak lima tahun lalu dan murni didanai dari sumbangan swadaya masyarakat dan donatur. Ini adalah bukti nyata persatuan dan gotong royong warga," ujar Rahmat Hidayat dalam sambutannya.
Fokus pada Pendidikan dan Sosial
Dalam sambutannya, Pj Gubernur Ahmad Fauzi menyampaikan apresiasi tinggi terhadap komitmen warga dan DKM. Beliau berharap Masjid Nurul Iman dapat menjalankan fungsi integral bagi masyarakat.
"Masjid ini harus menjadi lebih dari sekadar tempat salat. Saya berharap Nurul Iman menjadi 'Pusat Peradaban' yang aktif menyelenggarakan program pendidikan Al-Qur'an, pelatihan keterampilan bagi pemuda, serta menjadi posko bantuan sosial bagi warga kurang mampu di sekitarnya," tegas Pj Gubernur Fauzi.
Sebagai kegiatan awal, DKM Nurul Iman akan segera meluncurkan program 'Sekolah Subuh', yaitu kelas kajian rutin setiap Sabtu pagi yang terbuka untuk umum dan menghadirkan ulama-ulama terkemuka.